November 29, 2021

Cara Hemat yang Salah dan Harusnya Tidak Dilakukan oleh Sobat Genmil agar Tidak Mubajir

Kalau kamu sakit, uang yang dikeluarkan malah makin banyak. Daripada mengeluarkan uang untuk berobat, mending sisihkan sedikit tabungan untuk kegiatan liburan atau hiburan lain.

GENMILENIAL.COM – Tahukah kamu bahwa terkadang dengan melakukan penghematan terhadap beberapa hal tersebut, malah menimbulkan biaya tak terduga yang lebih mahal di kemudian hari?

Jangan sampai cara berhemat yang dilakukan menjadi sia-sia alias mubajir karena kamu menghemat untuk hal-hal yang salah.

Read juga Sob : Cara Mengatur Keuangan yang Pas-pasan secara Baik dan Benar

Berikut ini cara berhemat yang salah dan sebaiknya gak dilakukan oleh Sobat Genmil :

1. Membeli barang murah namun tidak awet

Sering kali saat membeli suatu barang, kebanyakan orang lebih memerhatikan harga daripada kualitasnya. Padahal bisa jadi, yang murah malah biasanya tidak awet dan lebih cepat rusak.

Padahal dengan membeli barang yang berkualitas meskipun mahal, kamu cukup kamu bisa membeli sekali saja udah awet lama.

Jika harga murah dengan kualitas rendah, bisa jadi kamu berulang kali membeli barang yang serupa untuk menggantikan yang rusak itu. Ini malah membuat pengeluaran bertambah.

2. Mengabaikan servis dan pemeliharaan rutin

Sering dianggap sepele, namun jika sudah rusak atau butuh perbaikan, akan membutuhkan dana yang besar.

Khususnya bagi kamu yang punya beberapa barang yang perlu diservis dan pemeliharaan secara rutin. Seperti kendaraan atau barang elektronik.

Mungkin dengan mengabaikan perawatan untuk sementara waktu kamu bisa menyimpan beberapa ratus ribu rupiah.

Daripada langsung mengeluarkan dana besar saat barang tersebut rusak di masa depan, lebih baik mengeluarkan biaya perawatan rutin karena akan lebih murah.

3. Memilih premi asuransi termurah dengan cakupan proteksi minimal

Sudah memiliki asuransi kesehatan? Hati-hati, jangan menganggap bahwa saat masih muda kamu tidak akan memerlukan banyak perawatan kesehatan, sehingga cenderung membeli asuransi dengan cakupan minimal, atau bahkan tidak sama sekali.

Kamu harus memiliki cakupan asuransi yang cukup untuk hal-hal yang tidak diinginkan, yang membuatmu memiliki perlindungan yang lengkap di kemudian hari.

Mengingat bahwa asuransi yang kamu beli biasanya akan berlangsung hingga kamu menginjak usia lanjut, bahkan seumur hidup.

4. Hanya fokus untuk mengurangi pengeluaran

Salah satu cara yang salah dalam berhemat dan masih sering dilakukan, adalah memangkas pos pengeluaran. Jangan sampai kamu memangkas kebutuhan primer seperti belanja bulanan dan tagihan.

Ketika ingin berhemat, maka yang harus dipangkas adalah pos pengeluaran yang tidak penting dan tidak mendesak saja. Seperti anggaran untuk nongkrong atau layanan streaming, pokoknya yang bersifat sekunder atau hiburan.

Mungkin nominalnya kecil, namun secara tidak sadar hal ini bisa membuat keuanganmu cenderung boros. Apalagi jika jarang kamu gunakan.

5. Memilih jumlah cicilan paling minimum

Memang terasa enteng dan mudah saat mengambil utang cicilan per bulan yang paling minimum atau rendah, namun biasanya tenor yang didapat juga lebih lama. Namun, jangan lupa bahwa setiap utang pasti mengandung bunga.

Jumlah bunga yang harus dibayar akan makin besar jika tenor terlalu lama. Usahakan bayar cicilan tepat waktu agar terhindar dari beban bunga yang besar.

6. Tidak memanfaatkan waktu untuk liburan

Liburan itu penting. Kalau kamu hanya terus bekerja setiap hari, malah akan menumpuk lelah, stres, dan berbagai beban mental lain yang dapat mengganggu kondisi kesehatan kamu.

Kalau kamu sakit, uang yang dikeluarkan malah makin banyak. Daripada mengeluarkan uang untuk berobat, mending sisihkan sedikit tabungan untuk kegiatan liburan atau hiburan lain.

7. Tidak mengeluarkan uang untuk investasi

Menabung memang cara yang tepat agar uang bertambah, tetapi berinvestasi bisa mendatangkan keuntungan yang lebih besar di masa depan.

Seiring berjalannya waktu, kekayaan kamu akan bertambah melalui investasi. Selain itu, investasi juga bisa menjadi jaminan aman keuangan saat kondisi darurat muncul. (*/BNC)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *