Foto Sendiri atau Nyewa Tukang Foto?

Ketika sedang liburan, kamu pilih foto sendiri atau nyewa tukang foto sih?

0

Di musim liburan seperti ini, tukang foto pasti laris karena biasanya kameranya sering disewa oleh anak-anak milenial yang memang suka foto-foto, dan bahkan disewa sama orang-orangnya.

Memang pekerjaan memotret itu tidak mudah, bahkan saya sendiri yang menulis tentang hal ini, kalau ngefoto orang pasti keder, dan hasilnya langsung ngeblur πŸ˜€ maklum bukan fotografer. Mungkin itulah yang dirasakan oleh banyak orang kalau sekedar nyewa kameranya saja bukan sama orang-orangnya. Maksudnya fotografernya.

Generasi Milenial seringkali menjadi orang yang perfectionist ketika berfoto. Menurut mereka foto yang dihasilkan itu harus perfect dari mulai gayanya, angle-nya, lightingnya, dan lain-lain. Nah untuk mendapatkan hasil yang perfect itulah harus pakai fotografer karena untuk megang kamera itu tidak mudah.

Sewa fotografer profesional
[Gambar: Freepik.com]
Foto yang perfect itu nantinya akan diposting di instagram mereka, dengan pakai hastag #photographer atau #photography lalu tinggal berdoa saja agar banyak yang like. Anak-anak milenial beranggapan kalau foto yang bagus itu akan mendapatkan like yang banyak, dan foto yang jelek itu yang like sedikit. Padahal walaupun fotonya jelek, tapi mukanya cakep ya tetep aja banyak yang like πŸ˜€ Tapi tak apa anggapan orang masing-masing.

Baru-baru ini ada survei yang dilakukan oleh salah satu startup lokal di bidang fotografi untuk liburan, namanya Frame A Trip. Itu startup baru milik Dian Sastro. Frame A Trip itu simplenya sejenis jasa sewa tukang foto untuk liburan, dan sekaligus penyedia paket wisata juga. Untuk kepoin lebih lanjut tentang Frame A Trip bisa cari di Google, karena kita kali ini membahas itu πŸ˜€

Jadi Frame A Trip itu kemarin baru saja melakukan survei trend likes perilaku konsumen dari layaan holiday photography sejak tahun 2015 yang lalu. Dan mereka menemukan fakta bahwa 50 persen yang suka menggunakan Frame A Trip yang merupakan anak-anak milenial, yakni berkisar di antara usia 25 hingga 34 tahun.

Frame A Trip juga menemukan fakta bahwa benar jika jumlah like di sosmed akan bertambah jika menggunakan fotografer profesional. Bahkan bertambahnya bisa mencapai 96,9 persen.

Tapi yang unik, jasa foto ini lebih banyak digunakan oleh generasi milenial tapi yang sudah berkeluarga. Artinya yang masih dalam proses pacaran, atau yang masih jomblo lebih tertarik untuk menyewa kameranya saja, sembari melatih skill dalam foto-memfoto.

Dari semua itu 86% yang menggunakannya adalah wanita. Data itu wajar-wajar saja karena wanita adalah sosok yang sangat gila foto. Kalau cowok biasanya yang jadi tukang fotonya. Selain itu kalo cewek biasanya akan banyak yang like, kalau cowok? U know lah.

Bagaimana kalau kamu? Lebih suka nyewa tukang foto atau selfie? Atau suruh fotoin orang sekitar?

Referensi Liputan6

Komentarin Dong :)

Ayo komentar! Demi perkembangan GenMilenial